Narasi Politik

Narasi Politik

4 min read252

Sekolah Rakyat dan Literasi Digital: Menyiapkan Generasi 2026 yang Adaptif

Sekolah Rakyat memperkuat literasi digital untuk menyiapkan generasi 2026 yang adaptif, inklusif, dan siap menghadapi era teknologi.

O

OP Admin

Published in Narasi Politik

Loading...
Sekolah Rakyat dan Literasi Digital: Menyiapkan Generasi 2026 yang Adaptif

Literasi Digital sebagai Kebutuhan Dasar Pendidikan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara belajar, bekerja, hingga berinteraksi sosial. Pemerintah menyadari bahwa tantangan pendidikan di era ini tidak lagi terbatas pada akses sekolah, tetapi juga pada kemampuan peserta didik memahami, memanfaatkan, dan beradaptasi dengan teknologi digital.

Dalam kerangka itulah literasi digital ditempatkan sebagai prioritas nasional, khususnya melalui penguatan Program Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya menjawab persoalan keterjangkauan pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memastikan bahwa siswa dari kelompok rentan tidak tertinggal dalam kompetensi digital yang semakin menentukan masa depan.

Langkah ini menunjukkan pendekatan pemerintah yang progresif: pendidikan dasar tidak lagi semata berorientasi pada penguasaan materi, melainkan pada pembentukan kecakapan hidup yang relevan dengan realitas zaman.

Literasi Digital dalam Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Sejak 2025, pemerintah melalui Kemendikdasmen secara konsisten mengarahkan transformasi pendidikan menuju penguatan keterampilan abad ke-21. Literasi digital menjadi salah satu pilar utama, sejajar dengan literasi numerasi dan karakter.

Kebijakan ini didasarkan pada evaluasi nasional yang menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas pendidikan bukan hanya terjadi antarwilayah, tetapi juga antar kelompok sosial. Tanpa intervensi afirmatif, anak-anak dari keluarga prasejahtera berpotensi tertinggal dalam penguasaan teknologi yang kini menjadi prasyarat dasar dunia kerja dan pendidikan lanjutan.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah mengintegrasikan literasi digital secara sistematis ke dalam proses belajar, mulai dari pengenalan perangkat teknologi, pemanfaatan platform pembelajaran digital, hingga kemampuan berpikir kritis dalam mengolah informasi.

Implementasi Literasi Digital di Sekolah Rakyat

Berbeda dengan pendekatan konvensional, literasi digital di Sekolah Rakyat dirancang bertahap dan kontekstual. Pemerintah memahami bahwa latar belakang siswa sangat beragam, sehingga metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sosial dan geografis masing-masing wilayah.

Pada tahap awal, siswa diperkenalkan dengan:

  • Penggunaan perangkat digital secara aman dan bertanggung jawab

  • Dasar-dasar pencarian informasi dan pembelajaran mandiri

  • Pemanfaatan teknologi sebagai alat produktif, bukan sekadar hiburan

Selanjutnya, pembelajaran diarahkan pada penggunaan platform digital untuk tugas sekolah, diskusi daring, dan eksplorasi materi interaktif. Pendekatan ini terbukti meningkatkan minat belajar dan kepercayaan diri siswa, terutama bagi mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses teknologi.

Data Penerima Manfaat dan Cakupan Program

Hingga 2026, Program Sekolah Rakyat diperkirakan menjangkau lebih dari 150.000 siswa yang tersebar di ratusan lokasi. Sekitar 60 persen di antaranya berada di wilayah nonperkotaan dan daerah dengan tingkat akses pendidikan rendah.

Secara nasional, literasi digital dalam kerangka Digitalisasi Pembelajaran telah menyentuh:

  • ±48 juta siswa sekolah dasar dan menengah

  • ±3 juta guru sebagai fasilitator pembelajaran digital

Pemerintah juga memastikan ketersediaan perangkat pendukung dan konektivitas internet yang memadai, sehingga literasi digital tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam keseharian belajar.

Peran Guru dan Dukungan Pemerintah

Keberhasilan literasi digital tidak lepas dari peran guru. Pemerintah secara aktif mendukung pendidik Sekolah Rakyat melalui pelatihan kompetensi digital, modul pembelajaran, dan pendampingan teknis.

Program peningkatan kapasitas guru dirancang agar pendidik:

  • Mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam metode mengajar

  • Menggunakan platform digital secara efektif

  • Membimbing siswa memahami etika dan keamanan digital

Pendekatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa transformasi pendidikan berjalan menyeluruh, tidak hanya dari sisi siswa, tetapi juga tenaga pendidik.

Dampak Sosial: Mengurangi Kesenjangan Digital

Salah satu capaian penting dari penguatan literasi digital di Sekolah Rakyat adalah menurunnya kesenjangan digital antar kelompok masyarakat. Siswa dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan yang lebih setara untuk mengakses pengetahuan dan teknologi.

Secara sosial, hal ini berdampak pada:

  • Peningkatan rasa percaya diri siswa

  • Partisipasi belajar yang lebih aktif

  • Tumbuhnya aspirasi untuk melanjutkan pendidikan

Literasi digital juga memperluas wawasan siswa terhadap peluang masa depan, baik dalam pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Dampak Jangka Panjang bagi Daya Saing SDM

Dalam jangka panjang, investasi pemerintah pada literasi digital Sekolah Rakyat diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia. Generasi 2026 yang tumbuh dengan kecakapan digital dasar akan lebih siap menghadapi perubahan teknologi dan dinamika ekonomi.

Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan penguatan SDM sebagai kunci menuju Indonesia maju. Dengan membekali siswa sejak dini, pemerintah menyiapkan fondasi tenaga kerja yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Literasi Digital sebagai Warisan Kebijakan

Penguatan literasi digital melalui Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada warisan kebijakan jangka panjang. Pendidikan diposisikan sebagai investasi strategis yang menentukan arah bangsa.

Dengan kebijakan yang terencana, dukungan infrastruktur, dan pendampingan berkelanjutan, Sekolah Rakyat menjadi contoh nyata bagaimana negara hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi masa depan digital.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles