
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan penyaluran Bantuan Pangan Beras di tahun 2026 berhasil memecahkan rekor alokasi terbesar dalam sejarah perberasan nasional. Kebijakan ini dieksekusi berdasarkan direktif langsung Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga daya beli masyarakat di seluruh penjuru negeri.
Sebagai bentuk perlindungan berkelanjutan, pemerintah memperpanjang program distribusi bantuan beras seberat 10 kilogram per bulan hingga alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
Jangkau 33,24 Juta Penerima Manfaat secara Nasional
Perpanjangan program bantuan pangan tahun 2026 mencatatkan perluasan sasaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program ini menargetkan 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata dalam kelompok desil 1 sampai desil 4 tingkat kesejahteraan.
Untuk menopang kebutuhan masif tersebut, Perum Bulog mengalokasikan total pasokan beras mencapai 2,6 juta ton. Langkah ini menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Perisai Ekonomi Keluarga dan Penjaga Stabilisasi Harga
Langkah intervensi pangan skala besar ini difungsikan sebagai benteng ekonomi utama untuk menahan gejolak harga pangan pokok di pasaran. Selain membantu meringankan beban pengeluaran dapur rumah tangga, penyaluran beras Bapanas dan Bulog ini efektif mengendalikan pergerakan harga beras di tingkat konsumen.
Berkat penggelontoran bantuan pangan yang terukur, inflasi bulanan komoditas beras berhasil ditekan stabil di bawah 1 persen sepanjang tahun 2026, yang berdampak langsung pada terjaganya stabilitas ekonomi nasional.
Distribusi Terukur dan Kesiapan Stok Cadangan Beras
Pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua terus diselesaikan untuk tuntas 100 persen sebelum memasuki periode alokasi akhir tahun (Oktober–Desember). Bapanas memastikan kelancaran rantai pasok hingga ke kawasan pelosok berjalan optimal dengan sokongan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang melimpah di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia.












