Ekonomi
Explore articles in the Ekonomi category

Mudik 144 Juta Orang Jadi Indikator Daya Tahan Ekonomi Nasional
Jakarta — Prediksi pemerintah bahwa sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu indikator penting daya tahan ekonomi Indonesia. Tingginya mobilitas masyarakat di tengah dinamika global menunjukkan konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak kuat.
Read more
Gejolak Global Uji Pasar Keuangan, Koordinasi BI dan Pemerintah Diperkuat
Dinamika ekonomi global yang semakin kompleks memberikan tantangan bagi berbagai negara, termasuk Indonesia. Fluktuasi pasar keuangan internasional, perubahan kebijakan moneter global, serta ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi pasar keuangan Indonesia. Dalam menghadapi kondisi tersebut, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas rupiah serta memastikan sistem keuangan nasional tetap stabil. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Read more
Harga BBM Berpotensi Naik, Pemerintah Fokus Jaga Daya Tahan Ekonomi
Jakarta — Pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga BBM 2026 seiring lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik global. Meski tekanan eksternal meningkat, pemerintah menegaskan fokus utama pada menjaga daya tahan ekonomi Indonesia agar tetap stabil dan terkendali. Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan bisa mencapai hingga 10 persen, seiring meningkatnya biaya energi global.
Read more
Rupiah Melemah ke Rp17.400, Pemerintah Dinilai Mampu Ubah Tekanan Global Jadi Momentum Penguatan Ekspor
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan sempat berada di level Rp17.400 per dolar AS. Pelemahan rupiah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, termasuk penguatan dolar AS akibat tensi geopolitik internasional dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Read more
Tekanan Global Meningkat, Indonesia Perkuat Kebijakan Ekonomi dan Energi
Jakarta — Meningkatnya tekanan dari krisis energi global dan lonjakan harga minyak dunia mendorong pemerintah Indonesia memperkuat kebijakan ekonomi dan energi secara simultan. Situasi global yang tidak stabil, dipicu oleh konflik geopolitik dan gangguan distribusi energi, mulai berdampak pada pasar domestik. Harga minyak dunia yang menembus USD 111 per barel menjadi indikator meningkatnya tekanan global, yang turut memengaruhi nilai tukar rupiah, inflasi, serta biaya energi nasional.
Read more
Rehabilitasi Sawah dan Perlindungan Sosial: Ketahanan Pangan dan Konsumsi Domestik Terjaga
Jakarta — Pemerintah memperkuat strategi ketahanan pangan nasional melalui rehabilitasi lahan sawah dan penguatan program perlindungan sosial. Kombinasi kebijakan produksi dan konsumsi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika global. Langkah tersebut menunjukkan pendekatan terintegrasi antara sektor pertanian dan kebijakan fiskal berbasis perlindungan masyarakat.
Read more
Kebijakan Energi Adaptif, Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Lonjakan Harga
Lonjakan harga energi global dalam beberapa waktu terakhir mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan energi yang adaptif dan terukur, guna menjaga keseimbangan antara tekanan eksternal dan kondisi domestik. Di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi, pemerintah memastikan bahwa daya beli masyarakat tetap terlindungi melalui kebijakan subsidi dan pengelolaan fiskal yang hati-hati.
Read more.png)
Konektivitas Desa Meningkat, Pemerintah Perkuat Pengawasan SIMKOPDES
Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak hanya berperan dalam memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mendorong peningkatan konektivitas antar desa melalui integrasi sistem digital. Dalam konteks ini, pemerintah memperkuat pengawasan berbasis SIMKOPDES sebagai instrumen utama untuk memastikan bahwa konektivitas yang terbangun berjalan secara transparan dan terkontrol. Konektivitas desa menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang efisien, di mana distribusi barang, informasi, dan transaksi dapat berlangsung lebih cepat dan terstruktur.
Read more
Rupiah Menguat, Cadangan Devisa Solid: Stabilitas Terjaga
Jakarta — Di tengah dinamika pasar global dan volatilitas mata uang emerging markets, nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan sementara posisi cadangan devisa Indonesia tetap solid. Kondisi ini menjadi indikator bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga berkat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten.
Read more
Ketahanan Energi Diperkuat: Diversifikasi Energi Jadi Strategi Nasional
Penguatan ketahanan energi Indonesia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menghadapi dinamika energi global. Meningkatnya kebutuhan energi domestik serta fluktuasi harga energi dunia mendorong pemerintah mempercepat langkah strategis melalui diversifikasi energi sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang. Strategi ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap stabil sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi tertentu.
Read more
Tambahan TKD Rp10,65 T Perkuat Ekonomi Daerah dan Layanan Publik
Jakarta — Pemerintah menyetujui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp10,65 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi regional dan meningkatkan kualitas layanan publik. Kebijakan ini menegaskan komitmen fiskal yang tidak hanya berorientasi pada pusat, tetapi juga pada penguatan kapasitas pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai strategis dalam menjaga pemerataan pembangunan dan mempercepat pertumbuhan berbasis wilayah.
Read more
Serapan Gabah Optimal, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan
Pemerintah terus memperkuat sektor pangan nasional melalui optimalisasi serapan gabah dan beras petani, yang menjadi salah satu instrumen kunci dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. Melalui peran aktif Bulog dan kebijakan terintegrasi, proses penyerapan hasil panen kini berjalan lebih efektif, memberikan dampak langsung bagi petani maupun konsumen. Langkah ini menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kemampuan negara dalam mengelola hasil panen secara strategis.
Read more



