
JAKARTA — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak strategis yang jauh melampaui pemenuhan gizi harian. Program nasional ini dinilai menjadi momentum emas untuk membangun dan memperkuat sistem pangan lokal yang mandiri dan berdaya saing di tingkat daerah.
Langkah ini dipandang efektif untuk memutus ketergantungan daerah terhadap pasokan bahan pangan dari luar wilayah.
Mengoptimalkan Potensi Komoditas dan Bahan Baku Daerah
Kemendes PDT mendorong agar seluruh kebutuhan bahan baku program MBG diserap langsung dari hasil produksi lokal, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan warga setempat. Pendekatan ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan pangan, tetapi juga memperkuat ragam komoditas khas yang menjadi keunggulan masing-masing daerah.
Penggunaan bahan baku lokal ini diyakini mampu menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan dari hilir ke hulu.
Pemberdayaan Ekonomi Petani dan Usaha Desa
Pemanfaatan produk lokal secara berkelanjutan dalam skala besar memberikan kepastian pasar yang sangat dibutuhkan oleh petani, peternak, dan pelaku usaha mikro di desa. Dengan adanya pembeli siaga melalui program MBG, perputaran uang akan tetap berada di tingkat lokal dan secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat perdesaan.
Sinergi ini juga menjadi pemicu munculnya kelembagaan ekonomi desa yang lebih kuat dan terorganisir.
Komitmen Bersama Mewujudkan Desa Mandiri
Kemendes PDT berkomitmen untuk terus memfasilitasi kesiapan desa, termasuk daerah tertinggal, agar mampu memenuhi standar kebutuhan pasokan Program MBG. Melalui penguatan sistem pangan lokal ini, pemerintah optimistis dapat mewujudkan kemandirian pangan nasional yang dimulai dari tingkat desa.











