
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan pernah mentoleransi praktik korupsi. Penegasan ini disampaikan Presiden sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa hukum harus berdiri tegak secara adil di atas semua kepentingan politik maupun hubungan emosional personal.
Bukti Nyata Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Untuk menunjukkan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar wacana, Presiden Prabowo menyinggung kasus hukum yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Presiden menegaskan bahwa kedekatan peran di masa lalu tidak memberi kekebalan hukum bagi siapa pun yang diduga melanggar aturan.
"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," ujar Presiden Prabowo.
Selain kasus Dadan, langkah penertiban juga menyasar pengambilalihan aset-aset negara seperti Hotel Sultan dari Pontjo Sutowo. Meskipun sosok yang terlibat merupakan kenalan maupun tokoh yang dikenal dekat, tindakan tegas tetap diambil demi menyelamatkan hak dan kekayaan negara.
Peringatan bagi Lingkaran Dalam dan Kader
Sikap tegas terhadap praktik penyalahgunaan wewenang sebenarnya telah diterapkan Prabowo sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat itu, ia melarang tegas keterlibatan keluarga maupun kerabat dalam proyek-proyek bisnis di lingkungan kementerian.
Pesan serupa diakui terus disampaikan kepada seluruh jajaran kabinet serta kader Partai Gerindra. Presiden memperingatkan agar tidak ada pejabat yang mencoba menggunakan nama atau kedekatannya dengan kekuasaan untuk meraup keuntungan pribadi.
Mengutamakan Kedaulatan Negara dan Rakyat
Sikap konsisten dalam menegakkan hukum dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Seluruh penyelenggara negara diimbau untuk senantiasa menjalankan tugas dan amanah secara jujur.
Presiden Prabowo menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa keselamatan bangsa, kedaulatan negara, serta kesejahteraan rakyat akan selalu berada di atas kepentingan individu maupun kelompok mana pun.










