
Instruksi tegas ini disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas evaluasi dan penanggulangan karhutla bersama jajaran menteri dan pimpinan lembaga terkait di Jakarta.
Tantangan Medan Rawa dan Bantuan 200 Unit Pompa Air
Dalam rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan kendala utama petugas di lapangan. Titik api berada di kawasan rawa yang sulit dijangkau armada pemadam darat, sehingga personel membutuhkan pompa air portabel untuk menjangkau lokasi.
Menanggapi kebutuhan 50 unit pompa air yang diajukan di lapangan, Presiden Prabowo mengambil langkah cepat dengan menggandakan jumlah bantuan peralatan tersebut.
"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," tegas Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung kepada jajaran pelaksana.
Alokasi Rp2 Miliar untuk 200 Titik Sumur Bor
Selain penyediaan pompa air portabel, penanganan karhutla di kawasan rawa TN Tanjung Puting dinilai sangat efektif dilakukan melalui pembuatan sumur bor air dangkal dengan kedalaman 10 hingga 15 meter.
Presiden Prabowo menyetujui pengalokasian anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik sumur bor air. Kepala Negara menekankan agar proses pengerjaan titik air tersebut melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal sekitar kawasan.
Cakupan Kebakaran Capai 513 Hektare di Area Laporan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengonfirmasi bahwa total area terdampak karhutla di TN Tanjung Puting tercatat seluas 513,89 hektare.
Suharyanto menjelaskan, kendati berada di lanskap rawa, material yang terbakar di kawasan tersebut didominasi oleh jenis lahan mineral, sehingga penyediaan pasokan air dan pemadaman darat menjadi kunci utama penghentian api.
Perlindungan Ekosistem dan Habitat Orangutan
Penanganan cepat karhutla di TN Tanjung Puting ditujukan untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati kawasan, termasuk habitat alami spesies langka orangutan dan ekosistem hutan hujan tropis.
Presiden Prabowo meminta seluruh unsur terkait untuk terus bersinergi, memadukan respons darurat pemadaman dengan pemantauan berkala guna mencegah munculnya titik api baru.











