Narasi Politik
3 min read748

BRIN Siapkan Teknologi ANG sebagai Alternatif LPG, Potensi Tekan Subsidi Rp26 Triliun

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang diproyeksikan menjadi salah satu alternatif penggunaan LPG di Indonesia. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk mengurangi beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

O

OP Admin

Published in Narasi Politik

Loading...
BRIN Siapkan Teknologi ANG sebagai Alternatif LPG, Potensi Tekan Subsidi Rp26 Triliun

Teknologi ANG menjadi salah satu inovasi sektor energi yang diperkenalkan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan sejumlah hasil riset dan inovasi yang tengah dikembangkan lembaganya, termasuk teknologi di bidang energi.

ANG Manfaatkan Gas Alam

ANG merupakan teknologi yang memungkinkan gas alam disimpan dengan memanfaatkan material adsorben. Pengembangan teknologi ini diarahkan untuk memperluas pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi, termasuk sebagai alternatif bagi LPG.

Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan LPG Indonesia masih sangat besar, sementara sebagian kebutuhan nasional harus dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemanfaatan sumber energi domestik menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat ketahanan energi.

Dengan memanfaatkan gas alam yang tersedia di dalam negeri, teknologi ANG diharapkan dapat membuka alternatif baru dalam penyediaan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada LPG.

Potensi Hemat Subsidi Rp26 Triliun

Kepala BRIN Arif Satria menyebut teknologi ANG berpotensi memberikan dampak terhadap anggaran negara. Penggunaannya diperkirakan dapat mengurangi beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun setiap tahun.

Potensi penghematan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan teknologi. Selain memperluas pilihan energi, inovasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menekan beban fiskal yang selama ini berkaitan dengan penyediaan LPG bersubsidi.

Namun, angka Rp26 triliun tersebut merupakan potensi penghematan yang dikaitkan dengan penerapan teknologi ANG, bukan penghematan yang sudah terealisasi.

Diperkenalkan kepada Presiden Prabowo

Pengembangan ANG menjadi bagian dari sejumlah inovasi yang dipaparkan BRIN kepada Presiden Prabowo. Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para periset untuk menyampaikan hasil riset sekaligus memperlihatkan berbagai teknologi yang sedang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan nasional.

Selain ANG, BRIN juga memaparkan sejumlah pengembangan teknologi di sektor energi dan bidang strategis lainnya. Pemerintah memberikan perhatian terhadap riset yang dinilai dapat mendukung kemandirian dan ketahanan nasional.

Pengembangan Masih Membutuhkan Tahapan

Meski memiliki potensi besar, teknologi ANG masih berada dalam tahap pengembangan. Sebelum dapat digunakan secara luas oleh masyarakat, diperlukan pengujian dan pematangan dari sisi teknologi, keselamatan, infrastruktur, distribusi, serta keekonomian.

Hal tersebut penting karena teknologi energi yang digunakan masyarakat harus memenuhi standar keamanan sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi yang kompetitif.

Dengan demikian, potensi penghematan yang diproyeksikan dari ANG perlu dilihat sebagai peluang yang masih harus dibuktikan melalui proses riset, pengujian, dan implementasi di lapangan.

Dorong Pemanfaatan Energi Domestik

Pengembangan ANG sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang tersedia di dalam negeri. Ketergantungan pada impor energi dapat memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan dan anggaran negara, terutama ketika harga energi global mengalami perubahan.

Pemanfaatan gas alam domestik melalui teknologi baru dapat menjadi salah satu strategi diversifikasi energi. Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi tersebut berpotensi memberikan pilihan baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya energi nasional.

Riset Energi Jadi Bagian Strategi Jangka Panjang

BRIN terus mendorong pengembangan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan strategis Indonesia. Inovasi ANG menjadi salah satu contoh bagaimana riset diarahkan untuk menjawab persoalan energi sekaligus mencari alternatif terhadap sumber energi yang masih bergantung pada impor.

Ke depan, keberhasilan teknologi tersebut akan sangat ditentukan oleh hasil pengujian, kesiapan infrastruktur, aspek keselamatan, dan kemampuan menghasilkan biaya energi yang kompetitif.

Jika seluruh aspek tersebut dapat dipenuhi, ANG berpeluang menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi energi nasional.

Pengembangan teknologi ANG sekaligus menunjukkan bahwa riset dalam negeri memiliki ruang untuk menghasilkan solusi terhadap persoalan energi Indonesia. Dengan potensi pengurangan beban subsidi hingga Rp26 triliun per tahun yang disampaikan BRIN, inovasi tersebut kini menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian dalam agenda penguatan ketahanan energi nasional.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles