
Pengerahan personel TNI dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait. Tim gabungan bergerak di sejumlah kabupaten yang terdampak gempa untuk mempercepat proses penyelamatan dan penanganan darurat.
Gempa tersebut berpusat di wilayah sekitar Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan laporan BNPB, gempa terjadi pada Sabtu pagi dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Flores. Data korban dan kerusakan terus diperbarui karena proses pendataan, verifikasi, serta penanganan di lapangan masih berlangsung.
1.267 Personel TNI Dikerahkan
Pengerahan 1.267 personel menjadi salah satu bagian utama respons pemerintah terhadap bencana di Flores.
Personel TNI ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak dengan menyesuaikan kebutuhan penanganan di lapangan. Mereka bekerja bersama unsur penanggulangan bencana dan masyarakat dalam melakukan pencarian serta penanganan korban, membantu perawatan warga yang terluka, dan menangani dampak kerusakan.
ANTARA melaporkan kekuatan TNI tersebut tersebar di Sikka, Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, serta Manggarai Barat.
Penyebaran personel ke berbagai wilayah menjadi penting mengingat dampak gempa tidak hanya terjadi di satu kabupaten.
Pemerintah Fokus pada Keselamatan Warga
Penanganan darurat diprioritaskan pada keselamatan masyarakat.
BNPB menyebut sejumlah langkah utama dilakukan pemerintah, antara lain pencarian dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta penanganan fasilitas dan infrastruktur yang terdampak.
Pemerintah pusat juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai kementerian serta lembaga agar kebutuhan di lapangan dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti.
Langkah tersebut diperlukan karena kondisi pascagempa dapat berubah dengan cepat, terutama ketika tim masih melakukan kaji cepat terhadap korban dan kerusakan.
Korban dan Kerusakan Masih Didata
BNPB sebelumnya melaporkan lebih dari 40 orang meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan. Data tersebut masih dalam proses verifikasi di lapangan.
Sementara itu, data yang disampaikan pada pembaruan sebelumnya mencatat korban meninggal di sejumlah kabupaten terdampak.
Proses pendataan menjadi bagian penting dalam penanganan karena pemerintah perlu memastikan setiap korban mendapatkan penanganan serta keluarga terdampak memperoleh bantuan yang diperlukan.
Selain korban jiwa, kerusakan bangunan dan fasilitas publik juga menjadi perhatian pemerintah.
Ribuan Warga Membutuhkan Dukungan
Dampak gempa juga menyebabkan masyarakat memilih mengungsi untuk menghindari risiko dari bangunan yang rusak maupun kemungkinan gempa susulan.
Kondisi pengungsian membuat kebutuhan terhadap makanan, air, layanan kesehatan, tempat berlindung, serta perlengkapan dasar menjadi semakin penting.
Pemerintah dan lembaga terkait terus menggerakkan dukungan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
BNPB juga melakukan mobilisasi bantuan darurat ke wilayah terdampak sebagai bagian dari respons pemerintah pusat.
Sarana Pendukung TNI Turut Dikerahkan
Pengerahan personel TNI juga diperkuat dengan berbagai peralatan operasional.
ANTARA melaporkan TNI menyiapkan 89 kendaraan, 21 tenda lapangan, dan 120 velbed untuk mendukung penanganan bencana.
Selain itu, TNI Angkatan Laut menyiapkan satu unit Helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung penanganan di wilayah Flores.
Dukungan tersebut dapat membantu mobilitas personel dan pelayanan masyarakat, khususnya apabila kondisi akses darat menjadi kendala dalam proses penanganan.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Situasi pascagempa juga perlu diwaspadai karena aktivitas seismik masih berlangsung.
BMKG melaporkan terjadinya sejumlah gempa susulan setelah gempa utama M7,7. Pada salah satu pembaruan, tercatat 31 gempa susulan hingga pukul 15.00 WITA, dengan beberapa di antaranya memiliki magnitudo cukup besar.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Geofisika Kupang juga melaporkan jumlah gempa susulan mencapai 111 kejadian hingga pukul 10.00 WITA pada 15 Agustus.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan BMKG telah berakhir.
BNPB Tetapkan Langkah Penanganan Darurat
Pada Minggu (16/8/2026), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanganan darurat di Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam rapat tersebut, BNPB menetapkan delapan fokus langkah strategis untuk mempercepat penanganan gempa Flores. Fokus tersebut mencakup proses evakuasi, pemenuhan logistik, penanganan kebutuhan masyarakat, hingga pemulihan awal wilayah terdampak.
BNPB juga menyiapkan mekanisme penyampaian informasi secara berkala melalui Media Center untuk mengurangi simpang siur informasi mengenai kondisi di lapangan.
Koordinasi Lintas Lembaga Diperkuat
Besarnya dampak gempa membuat penanganan membutuhkan koordinasi berbagai pihak.
TNI berperan melalui pengerahan personel dan sarana pendukung. Basarnas menjalankan pencarian dan pertolongan, sementara BNPB dan BPBD berperan dalam koordinasi penanganan bencana serta distribusi bantuan.
Pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam pendataan kebutuhan masyarakat dan pengelolaan pengungsian.
Koordinasi tersebut diharapkan membuat bantuan dapat disalurkan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah terdampak.
Pemerintah Percepat Pemulihan
Penanganan gempa tidak berhenti pada pencarian dan evakuasi korban.
Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah perlu melanjutkan proses pemulihan fasilitas umum, akses transportasi, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Karena itu, pengerahan personel TNI dan berbagai unsur pemerintah menjadi bagian dari respons awal yang akan dilanjutkan dengan tahap pemulihan.
Pemerintah juga terus melakukan kaji cepat untuk menentukan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Respons Terpadu untuk Masyarakat Flores
Pengerahan 1.267 personel TNI menunjukkan besarnya dukungan sumber daya yang dikerahkan untuk menangani dampak gempa di NTT.
Dengan dukungan personel, kendaraan, tenda lapangan, velbed, helikopter, logistik, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berupaya mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
Di tengah proses pendataan korban dan kerusakan yang masih berlangsung, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
Penanganan darurat di Flores akan terus diperkuat dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta pemulihan wilayah terdampak.










