4 min read608

Survei Puspoll: 64,8 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo, Mayoritas Nilai Pemerintahan Tetap Berjalan Positif

JAKARTA – Lembaga Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun masa kepemimpinannya. Hasil survei menunjukkan 64,8 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, menandakan mayoritas responden masih memberikan penilaian positif terhadap jalannya pemerintahan

O

OP Admin

Published in Narasi Politik

Loading...
Survei Puspoll: 64,8 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo, Mayoritas Nilai Pemerintahan Tetap Berjalan Positif

Survei tersebut menjadi bagian dari evaluasi publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang mengangkat tema "Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi." Dalam survei ini, Puspoll tidak hanya mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, tetapi juga menilai persepsi masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah, kondisi ekonomi, serta arah pemerintahan secara umum.

Mayoritas Masyarakat Masih Menyatakan Puas

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo mencapai 64,8 persen.

Angka tersebut terdiri atas 57,9 persen responden yang menyatakan cukup puas dan 7,9 persen responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden.

Sementara itu, 33,2 persen responden menyatakan belum puas terhadap kinerja pemerintahan. Rinciannya, 28,9 persen menyatakan kurang puas, sedangkan 4,3 persen menyatakan tidak puas sama sekali. Sisanya merupakan responden yang tidak menjawab atau belum memiliki penilaian.

Menurut Chamad Hojin, hasil tersebut menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan nasional maupun global, tingkat penerimaan masyarakat terhadap pemerintahan masih berada pada kategori mayoritas.

Survei Menggunakan 2.400 Responden

Untuk memperoleh gambaran nasional yang representatif, Puspoll Indonesia melibatkan 2.400 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilaksanakan pada 18 hingga 26 Mei 2026 menggunakan metode probability sampling dengan teknik multistage random sampling.

Metode tersebut memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi responden, sehingga hasil penelitian diharapkan mampu menggambarkan opini masyarakat Indonesia secara lebih akurat.

Dalam penyusunan sampel, Puspoll juga memperhatikan proporsi jumlah pemilih di setiap provinsi serta keseimbangan antara wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural).

Margin of Error Hanya ±2 Persen

Dengan jumlah sampel sebanyak 2.400 responden, survei memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) menggunakan kuesioner terstruktur. Untuk menjaga kualitas penelitian, Puspoll juga melakukan proses quality control terhadap sebagian hasil wawancara secara acak sebelum seluruh data diolah menjadi hasil survei.

Secara metodologis, margin of error sebesar dua persen menunjukkan tingkat presisi yang relatif tinggi untuk penelitian opini publik berskala nasional.

Tekanan Ekonomi Menjadi Latar Belakang Penilaian Publik

Puspoll menyebut survei ini dilakukan pada periode ketika Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Meski demikian, mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurut Chamad Hojin, hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan terhadap jalannya pemerintahan, meskipun mereka tetap memiliki harapan agar berbagai persoalan ekonomi dapat ditangani secara lebih optimal.

Program Prioritas Pemerintah Turut Dievaluasi

Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, Puspoll juga mengevaluasi sejumlah program prioritas pemerintah.

Hasil survei menunjukkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memperoleh tingkat kepuasan 81,8 persen, sementara Program Sekolah Rakyat mendapatkan tingkat kepuasan 68,5 persen.

Tak hanya itu, mayoritas responden juga berharap kedua program tersebut terus dilanjutkan. Sebanyak 91,1 persen responden mendukung keberlanjutan Program Cek Kesehatan Gratis, sedangkan 74 persen mendukung Program Sekolah Rakyat untuk terus dijalankan.

Menurut Puspoll, tingginya tingkat kepuasan terhadap kedua program tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat cenderung memperoleh apresiasi yang lebih tinggi.

Survei Menjadi Instrumen Evaluasi Pemerintahan

Sebagai lembaga riset yang bergerak di bidang survei opini publik, Puspoll menyatakan bahwa hasil survei ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ke depan. Puspoll menjelaskan bahwa evaluasi publik merupakan bagian penting dalam proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Survei opini publik tidak hanya mengukur tingkat kepuasan masyarakat, tetapi juga memberikan gambaran mengenai sektor-sektor yang dinilai telah berjalan baik maupun bidang yang masih memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dengan menggunakan 2.400 responden, metode multistage random sampling, serta margin of error ±2 persen, hasil survei Puspoll memberikan potret mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun masa kepemimpinan.

Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian global, tingkat kepuasan publik yang mencapai 64,8 persen menunjukkan bahwa mayoritas responden masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo, sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pelaksanaan program-program nasional.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles